NAMA: ANGGI ANGGRAENI
KELAS: XI-TKJ3
SMK MERDEKA BANDUNG
Hallo semuanya :),,,disini saya akan menjelaskan
- PENGERTIAN VOIP
- KEBUTUHAN PERANGKAT VOIP
- KONSEP KERJA SERVER SOFTSWITCH
- SUBNETTING DENGAN CIDR
- SUBNETTING DENGAN VLSM
VOIP adalah kepanjangan dari voice over internet protocol adalah komunikasi suara yang menggunakan saluran internet.contoh voip yang mudah kita temui sekarang adalah Skype, line, whatsapp, dll. kelancarannya sangat tergantung dari kelancaran internet atau bandwidth yang digunakan.semakin besar bandwidthnya maka semakin bagus dan semakin jernih.
KEBUTUHAN PERANGKAT VOIP
- X-LITE : sebagai softphone untuk memanggil/menerima telepon.
- IP PHONE : sebagai hardphone untuk memanggil dan menerima telepon.
- BRIKER : sebagai operating sistem VOIP.
- SERVER : sebagai pusat pengolahan data pada jaringan VOIP.
- MODEM : sebagai koneksi apabila server voip ada dijaringan internet.
KONSEP KERJA SERVER SOFTSWITCH
Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa perangkat protocol dan aplikasi yang memungkinkan perangkat-perangkat lain dapat mengakses layanan telekomunikasi atau internet berbasis jaringan IO, dimana seluruh prosesnya dilakukan dengan menjalankan software pada suatu sistem komputer.
Contoh dari penulisan dari network prefix adalah /18 dibelakang IP address.contoh:202.168.0.1/18 CIDR
Tabel CIDR
Subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda beda mengikuti kelas kelasnya yaitu:
Kelas C: /25 sampai /30
Kelas B: /17 sampai /30
Kelas A: sampai subnet mask dari /8 sampai /30.
Contoh CIDR:
255.192.0.0 /10 255.255.248.0 /21
255.224.0.0 /11 255.255.252.0 /22
255.240.0.0 /12 255.255.254 0 /23
255.248.0.0 /13 255.255.255.0 /24
255.252.0.0 /14 255.255.255.128 /25
255.254.0.0 /15 255 255 255 192 /26
255.255.0.0 /16 255 255 255 224 /27
255.255.128.0 /17 255.255.255.240 /28
255.255.192.0 /18 255.255.255.248 /29
255.255.224.0 /19 255.255.255.252 /30
-jumlah subnet = 2 pangkat X, (X adalah banyaknya biner 1 pada oktet terakhir subnet mask).
-jadi jumlah subnet adalah 2 pangkat 2=4 subnet.
-jumlah host per subnet= 2 pangkat Y dikurangi 2 (Y adalah jumlah binary o pada oktet terakhir subnet mask).
-jadi jumlah host per subnet adalah 2 pangkat 6 dikurangi 2= 64-2=62
-blok subnet= 255 dikurangi angka desimal oktet terakhir subnet mask.
-blok subnetnya=256-192=64, 64+64=128, 128+64=192.
Host dan broadcast yang valid sebagai berikut:
-host pertama adalah satu angka setelah subnet.
-host terakhir adalah satu angka sebelum broadcast.
-broadcast adalah satu angka sebelum subnet sebelumnya.
SUBNETTING DENGAN VLSM
VLSM (variable length subnet mask) adalah salah satu metode subnetting.VLSM adalah pengembangan subnetting dari metode metode sebelumnya.
Syarat agar VLSM tetap dapat berkomunikasi dengan jaringan internet,yaitu:
SUBNETTING DENGAN CIDR
CIDR (classless inter-domain routing) adalah sebuah acara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat alamat ip berbeda dengan sistem klasifikasi kedalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D,dan kelas E.disebut juga sebagai subnetting.CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli.Contoh dari penulisan dari network prefix adalah /18 dibelakang IP address.contoh:202.168.0.1/18 CIDR
Tabel CIDR
Subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda beda mengikuti kelas kelasnya yaitu:
Kelas C: /25 sampai /30
Kelas B: /17 sampai /30
Kelas A: sampai subnet mask dari /8 sampai /30.
Contoh CIDR:
Subnet mask| CIDR|subnet mask |CIDR
255.128.0.0 /9 255.255.240.0 /20255.192.0.0 /10 255.255.248.0 /21
255.224.0.0 /11 255.255.252.0 /22
255.240.0.0 /12 255.255.254 0 /23
255.248.0.0 /13 255.255.255.0 /24
255.252.0.0 /14 255.255.255.128 /25
255.254.0.0 /15 255 255 255 192 /26
255.255.0.0 /16 255 255 255 224 /27
255.255.128.0 /17 255.255.255.240 /28
255.255.192.0 /18 255.255.255.248 /29
255.255.224.0 /19 255.255.255.252 /30
-jumlah subnet = 2 pangkat X, (X adalah banyaknya biner 1 pada oktet terakhir subnet mask).
-jadi jumlah subnet adalah 2 pangkat 2=4 subnet.
-jumlah host per subnet= 2 pangkat Y dikurangi 2 (Y adalah jumlah binary o pada oktet terakhir subnet mask).
-jadi jumlah host per subnet adalah 2 pangkat 6 dikurangi 2= 64-2=62
-blok subnet= 255 dikurangi angka desimal oktet terakhir subnet mask.
-blok subnetnya=256-192=64, 64+64=128, 128+64=192.
Host dan broadcast yang valid sebagai berikut:
-host pertama adalah satu angka setelah subnet.
-host terakhir adalah satu angka sebelum broadcast.
-broadcast adalah satu angka sebelum subnet sebelumnya.
SUBNETTING DENGAN VLSM
VLSM (variable length subnet mask) adalah salah satu metode subnetting.VLSM adalah pengembangan subnetting dari metode metode sebelumnya.
Syarat agar VLSM tetap dapat berkomunikasi dengan jaringan internet,yaitu:
- Mampu membawa informasi pada routing protocol (RIP, OSPF, IGRP, EIGRP, dan lain lain).
- Semua perangkat jaringan seperti router harus mendukung VLSM.
- Efisien dalam penggunaan ip address,karena alamat ip yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.
- VLSM dirancang secara hirarki,sehingga dapat efektif.
- Mendukung rute summarization.
Contoh 1:
Ip address 201.10.15.0/27, ada 5 ruangan A=30 host, B=2 host, C=12 host, D=6 host dan E=25 host.
Bagaimana subnetnya?
Ip address 201.10.15.0/27, ada 5 ruangan A=30 host, B=2 host, C=12 host, D=6 host dan E=25 host.
Bagaimana subnetnya?
- Urutkan berdasarkan jumlah host besar ke kecil.
- Tentukan bit net-nya (boleh kurang atau sama tapi tidak boleh lebih dari total host maksimal).
- A=28 => bit net-nya /27,karena total host maksimal /27=30
- E=25 => bit net-nya /27,karena total host maksimal /27=30
- C=12 => bit net-nya /28,karena total host maksimal /28=14
- D=6 => bit net-nya /29,karena total host maksimal /29=6
- B=2 => bit net-nya /30,karena total host maksimal /30=2
- Dari hasil diatas maka blok subnetnya adalah 0,32,64,80,dan 88.
Hasil perhitungan
Nama | subnet |range | broadcast
Subnet
A 201.10.15.0 201.10.15.1-201.10.15.30 201.10.15.0
E 201.10.15.32 201.1015.33-201.10.15.62 201.10.15.63
C 201.10.15.64 201.10.15.65-201.10.15.78 201.10.15.79
D 201.10.15.80 201.10.15.81-201.10.15.96 201.10.15.97
B 201.10.15.88 201.10.15.89-201.10.15.90 201.10.15.91
E 201.10.15.32 201.1015.33-201.10.15.62 201.10.15.63
C 201.10.15.64 201.10.15.65-201.10.15.78 201.10.15.79
D 201.10.15.80 201.10.15.81-201.10.15.96 201.10.15.97
B 201.10.15.88 201.10.15.89-201.10.15.90 201.10.15.91